Senin, 21 November 2022

Penerapan QR Code sebagai alat untuk identifikasi tanaman di Taman Wengker

 

Taman Keanekaragaman hayati atau taman kehati termasuk dalam dua jenis tanaman wisata alam yang dapat dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata. Fungsi utama taman kehati adalah melestarikan alam khususnya flora yang penyebarannya sagat bergantung pada satwa, seperti burung dan kalelawar. Pembuatan taman kehati mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 tahun 2009 tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayatai dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 03 Tahun 2012 tentang Tanaman Keanekaragaman Hayati.

Taman Wengker Ponorogo atau yang dulu lebih dikenal dengan Taman Kehati saat ini telah mempunyai puluhan jenis flora, diantaranya jati, pinus, trembesi, sengon dan masih banyak lagi lainnya. Selain flora, terdapat juga beberapa jenis fauna dari mamalia hingga aves. Taman Wengker ini merupakan salah satu bentuk Ruang Terbuka Hijau di Ponorogo yang mempunyai luasan paling besar diantara RTH di Ponorogo yang lainnya. Selanjutnya taman ini akan lebih dikembangkan dengan tetap memprioritaskan pada tiga fungsi utama yang selama ini dipegang, yaitu sebagai paru-paru kota, tempat edukasi kelestarian alam, serta ekologiwisata.

Pada saat ini Taman Wengker belum menyediakan kebutuhan informasi mengenai kebutuhan informasi kebutuhan tanaman, sehingga muncul ide untuk pembuatan inovasi pemasangan papan nama dengan alternatif teknologi QR CodeQR Code ini adalah kode gambar 2-dimensi tercetak yang dapat menyimpan sejumlah informasi. QR Code ini dapat menyimpan informasi mengenai identitas suatu tanaman dalam bentuk yang ringkas dan sederhana dan dapat dibaca dengan mudah oleh pengunjung menggunakan handphone berkamera. Dengan adanya QR Code ini, pengunjung dapat memperoleh lebih banyak informasi selain yang didapat dari plang nama konvensional.


Penerapan 
QR Code sebagai alat untuk identifikasi tanaman di Taman Wengker bertujuan agar:

  1. Informasi mengenai tanaman dapat disajikan dalam bentuk yang lebih ringkas
  2. Informasi yang disediakan bagi pengunjung tidak terbatas hanya nama latin, ciri-ciri, habitat dan manfaatnya
  3. Taman Wengker dapat meningkatkan pelayanan informasi mengenai tanaman kepada pengunjung melalui penyediaan media identifikasi selain yang sudah diterapkan.

Manfaat yang diharapkan dengan diterapkannya inovasi ini yaitu:

  1. Menyadari potensi yang dimiliki Taman Wengker untuk menjadi objek wisata ilmiah yang dapat bersaing dengan tempat lain
  2. Mengetahui teknologi QR Code serta pemanfaatannya di berbagai bidang yang saat ini belum berkembang di Indonesia
  3. Mengetahui manfaat QR Code dari sisi pengujung Taman Wengker, serta cara mengakses informasi yang lebih lengkap mengenai tanaman di Taman Wengker.


“Halo Pohon” merupaka sebuah akun media sosial (instagram) yang dibuat dengan peruntukan sebagai wadah informasi mengenai jenis-jenis tanaman yang ada di Taman Wengker serta beberapa kegiatan yang dilakukan guna menjaga kelestarian alam lainnya. Pemasangan papan QR Code dilakukan sebagai salah satu inovasi yang dilakukan oleh Penyuluh Kehutanan CDK Pacitan Wilker Ponorogo dan menggandeng Seksi Konservasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo. 

Pemasangan papan QR Code dilakukan pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2022 di Taman Wengker Kabupaten Ponorogo. Sejumlah 6 QR Code jenis tanaman telah terpasang diantaranya jati, sengon, pinus, trembesi, beringin, dan mentega. Pemasangan QR Code pada tanaman berfungsi sebagai identitas tanaman bagi pengunjung Taman Wengker. Melalui QR Code tersebut pengunjung dapat mengetahui informasi lengkap mengenai jenis flora tersebut melalui tautan yang telah disediakan setalah memindai QR Code yang ada di sekitar pohon.


Jumat, 28 Oktober 2022

STRUKTUR DAN FUNGSI BAGIAN POHON


Pohon sebagai suatu kesatuan memiliki bagian-bagian yang penting. Bagian-bagian penting yang terdapat pada pohon tersebut menurut Dumanauw (1990) terdiri dari akar, batang, cabang, ranting dan daun. Kelima bagian pohon tersebut merupakan bagian yang harus ada dan terdapat di dalam satu pohon. Bagian-bagian dari pohon tersebut di atas memiliki fungsi yang berbeda-beda dan saling berkaitan antara satu sama lain. Penghubung utama fungsi dari bagian-bagian pohon dapat dilihat dari proses menghasilkan makanan. hal ini dikarenakan untuk mencapai proses fotosintesis atau menyupali karbohidrat untuk pertumbuhannya maka harus dimulai dari akar hingga sampai daun.

1. Akar Pohon

Akar pada pohon merupakan organ yang berperan sebagai penyerap air dan mineral (Hasnudin, 2019). Akar pohon dikenal dengan sebutan radix dan terletak di bagian bawah batang serta secara umum berhubungan langsung dengan tanah.
menurut Hasnunidah (2019), struktur akar dapat dibedakan menjadi tujuh bagian yakni leher akar (collum), ujung akar (apex radicis), batang akar (corpus radicis), cabang akar (radix lateralis) serabut akar (fibrilla radicalis), rambut akar (pilus radicalis), dan tudung akar (calyptra). Akar secara umum memiliki dua sistem perakaran yakni akar serabut dan akar tunggang. Pada pohon biasanya lebih banyak memiliki akar tunggang dari pada akar serabut.
Akar pada pohon untuk menegakkan pohon pada tempat tumbuhnya, menyalurkan atau menghisap air, zat hara, dan garam serta mineral yang terdapat di dalam tanah yakni fosfor, kalsium, kalium, asam kersik, dan lain sebagainya untuk disalurkan ke daun dan diproses lebih lanjut. Selain itu, akar juga berfungsi sebagai media pernafasan pada pohon serta tempat penyimpanan makanan cadangan (Dumanauw, 1990).

2. Batang Pohon

Menurut Dumanauw (1990), batang merupakan bagian pohon yang dimulai dari panggkal akar sampai ke bagian bebas cabang. Batang pada pohon berfungsi sebagai tempat tumbuhnya cabang, ranting, tunas serta daun.
Selain itu, batang juga memiliki fungsi lain yakni sebagai alat lalu lintas bahan makanan yang berasal dari akar menuju ke daun melalui kulit dalam. tempat penyimpanan makanan cadangan juga salah satu fungsi dari batang pohon.
secara singkat bagian batang pohon dapat diuraikan sebagai berikut ini beserta fungsinya.
  1. Bagian pangkal yakni dapat digunakan sebagai bahan dasar pertukangan karena secara umum tidak memiliki mata kayu.
  2. Bagian tengah dan ujung yakni bagian-bagian yang biasanya digunakan untuk industri kayu (pabrik kertas, papan buatan dll) dan umumnya juga pada bagian ini terdapat mata kayu.
  3. Bagian percabangan yang di khususkan untuk industri kayu.
  4. Bagian cabang dan ranting dapat digunakan menjadi kayu bakar
Menurut Mulyani (2006), secara umum batang memiliki beberapa ciri yaitu sebagai berikut :
  1. Batang berbentuk silinder yakni panjang dan bulat dengan sifat aktinomorf (sejumlah bidang dapat dibagi menjadi dua bagian)
  2. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku.
  3. Pertumbuhan batang biasanya mengarah ke atas menuju cahaya matahari (bersifat fotosintesis/heliotrop)
  4. Pada bagian ujungnya selalu bertambah panjang sehingga disebut mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas
  5. Terbentuknya percabangan selama hidupnya.
  6. Secara umum tidak berwarna hijau kecuali masih pendek atau anakan.
Selain hal tersebut, batang juga memiliki fungsi sebagai berikut :
  1. Sebagai pendukung bagian-bagian tumbuhan yang terletak di atas tanah (daun, bunga dan buah)
  2. Bidang asimilasi diperluas dengan percabangan sehingga bagian-bagian tumbuhan di dalam ruang terletak sedemikian rupa dan pada posisi yang menguntungkan
  3. Sebagai saluran pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan pengangkutan hasil asimilasi dari atas ke bawah.
  4. Sebagai tempat untuk menimbun cadangan.
3. Daun Pohon

Daun merupakan bagian pada pohon berwarna hijau (secara umum) yang terletak di atas batang utama. menurut Sutarmi el al (1083). daun merupakan batang yang telah mengalami modifikasi yang selanjutnya berbentuk pipih serta terdiri dari sel-sel dan jaringan yang terdapat pada batang.
Daun pada pohon berfungsi sebagai pengambil zat gas karbon dioksida, pengolah makanan melalui kegiatan fotosintesis dan sebagai alat transpirasi dan respirasi (Rosanti, 2013). Pada daun yang lengkap biasanya memiliki beberapa bagian yaitu pelepah daun, tangkai, serta helai daun.
Selanjutnya Tjitrosoepomo (1994) menjelaskan bahwa identifikasi daun dapat dilihat dengan sifat-sifatnya yakni bentuk daun, ujung daun, pangkal daun, tulang daun, tepi daun, daging daun, keadaan permukaan dan bawah daun, serta warna daun.